Top News Today

Hot News

Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan PKS. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kewanitaan PKS. Tampilkan semua postingan

Senin, 09 Mei 2011

Dua Media Menerima Bidang Perempuan

0 komentar
Jakarta – Silaturrahim melapangkan rizki dan memanjangkan usia, begitu janji baginda Rosulullah SAW pada umatnya. Bidang Perempuan DPP PKS meyakini hal itu. Dalam rangka mengamalkan tuntutan Rosulullah  dan untuk menjalin kedekatan pengurus Bidang Perempuan DPP PKS dengan media, selama dua hari berturut-turut Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan, beserta staf melakukan media visit ke Harian Sindo dan Vivanews.com. Dalam kunjungan tersebut Anis didampingi oleh Tiga Ketua Departemen, Koordinator Tim Media, dan Beberapa staf lainnya.

Di Harian Sindo, Bidang perempuan DPP PKS diterima oleh Purwanto, Wakil Pemimpin Redaksi, Djaka Susila, Redaktur Pelaksana, dan Staf lainnya. Sedangkan di Vivanews.com diterima oleh Suwardjono, Managing Editor, Galuh P.Paranti Promono, Marketing Staff dan Umi Kalsum, Editor. Dalam pembicaraannya di kedua media tersebut, Anis Byarwati memperkenalkan susunan kepengurusan dan program kerja unggulan tahun 2011. Selanjutnya, terjadi diskusi yang cukup hangat tapi santai.

Dalam diskusi di Sindo,  isu-isu hangat tentang PKS yang menjadi headline di berbagai media massa menjadi pembicaraan. Selain itu, program-program Bidang Perempuan DPP PKS yang berfokus pada ketahanan keluarga juga menjadi perhatian Sindo karena sejalan dengan kiprahnya sebagai Koran keluarga. Yang menarik, dalam kunjungan ke Harian Sindo ini, Bidang perempuan pun mendapatkan banyak ilmu dan wawasan tentang bagaimana melakukan proses penokohan bagi kader-kader perempuan PKS yang kualitasnya baik tetapi belum muncul sebagai public figure. Sementara itu, di Vivanews.com, Bidang Perempuan DPP PKS mendapatkan tawaran kerjasama untuk mengadakan pelatihan bagaimana berinternet secara sehat. Menurut Suwardjono, Managing Editor Vivanews.com, program pelatihan ini telah lama menjadi program di Vivanews sebagai bagian dari upaya mendidik masyarakat. Kerjasama yang ditawarkan kepada Bidang Perempuan DPP PKS adalah berupa pemberian pelatihan secara gratis. Bidang Perempuan hanya menyediakan peserta, tempat, dan LCD. Pelatihan tersebut terbuka untuk siapa saja dan di level struktur manapun. Tawaran tersebut menarik dan perlu ditindaklanjuti.

Di akhir kunjungan, Bidang Perempuan DPP PKS memberikan plakat sebagai tanda terima kasih dan kenang-kenang. Sambutan yang hangat dan antusias dari dua media ini menjadi inspirasi  bagi Bidang Perempuan untuk lebih banyak melakukan berbagai upaya mendekatkan diri  dengan media. (NHA) [Sumber: http://pk-sejahtera.org]

Oleh-Oleh Dari "Muslimah Relationship Festival" Thailand

0 komentar
Jakarta – Universitas Islam terbesar di negeri Gajah Putih Thailand, Yala Islamic University, akhir April 2011 lalu menggelar acara Muslimah Relationship Festival di Yala, Thailand Selatan. Acara itu merupakan acara sharing negara-negara serumpun terkait kiprah muslimah dalam membuat perubahan untuk umat. Bidang Perempuan DPP PKS hadir dalam festival tersebut atas undangan khusus Pimpinan Yala Islamic University, Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, MA.

Bidang Perempuan DPP PKS pun mengutus Ketua Departemen Ketahanan Keluarga, Anna Mariani Kartasasmita, yang didampingi lima utusan Bidang Perempuan Wilayah (yaitu Jawa Tengah, Jawa Timur, Banten, Jawa Barat, dan DIY). Selain Indonesia dan Thailand, hadir sejumlah organisasi muslimah dari Malaysia antara lain perwakilan PAS/Partai Islam Se-Malaysia, IKRAM Malaysia, dan ABIM/Angkatan Belia Islam Malaysia.

Dalam sambutan pembukaannya, Dr. Ismail Luthfi menyampaikan pentingnya kesatuan muslimah dalam rangka membentuk ummatan wahidah (umat yang satu). Untuk itu, menurut Ismail, pertemuan di Yala merupakan sarana untuk saling ta’aruf (saling mengenal) di antara muslimah se-rumpun. Selain acara ceramah, pada hari pertama tersebut juga digelar sessi berbagi pengalaman dari beberapa organisasi musimah se-rumpun dalam membangun jaringan.

Hadir dalam sessi ini muslimah PAS Malaysia dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) yang mewakili partai politik; serta IKRAM  dan ABIM Malaysia mewakili ranah Lembaga Swadaya Masyarakat. Mewakili PKS, Anna Mariani Kartasasmita, Ketua Departemen Ketahanan Keluarga Bidang Perempuan DPP, mempresentasikan makalahnya. Acaranya diskusi berlangsung hangat.

Memasuki hari kedua, acara kian hangat antara lain pertemuan terbuka di tengah-tengah Yala Islamic University. Hadir sepuluh ribu orang yang mayoritas muslimah mengikuti acara yang bertema “Perpaduan Muslimah, Dasar Kerukunan Ummat”. Sejumlah tokoh masyarakat dan negara tampil memberikan sambutan antara ian Ketua Asosiasi Islam Thailand yang diwakili stafnya, Perwakilan kerajaan Thailand, Rektor Yala Islamic University, Dr. Ismail Luthfi Chapakiya, dan juga pimpinan Thailand Selatan.

Puncak acara hari itu adalah sesi berbagi pengalaman tentang “ Peranan Muslimah dalam membawa perubahan diri, keluarga dan masyarakat ke arah menjadi Khairul Ummah“ yang disampaikan oleh tiga muslimah dari Thailand, Malaysia, dan Indonesia. Dari Malaysia diwakili oleh Doktor Hajjah Hafizah Haji Mustaqim, dari Thailand, Prof. Sauwanee Chitmuad, dan dari Indonesia kembali Anna Mariani Kartasamita, S.H, M.Si menyampaikan makalahnya.

Sebelum secara resmi Prof. Madya Ahmad Umar Chapakiya, Deputy Rector for International Relation Affairs menutup acara Muslimah Relationship Festival, dilakukan deklarasi bersama dalam membangun umat. Subhanalloh, pengalaman yang luar biasa. Semoga keikutsertaan perempuan PKS dalam acara ini semakin memperluas dan mempertinggi semangat untuk terus berkiprah membangun negeri sebagai upaya mencapai peradaban yang kokoh. (NHA). [Sumber: http://pk-sejahtera.org]

Rabu, 20 April 2011

Taujih Ketua DPP PKS Bidang Perempuan

0 komentar
ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si
TAUJIH KETUA DPP PKS BIDANG PEREMPUAN

ANIS BYARWATI, S.Ag, M.Si

Alhamdulillah, segala puji hanyalah untuk Allah SWT, Robb semesta Alam yang telah memberikan begitu banyak kenikmatan pada hamba-hambaNya. Shalawat dan ‎​salam  tercurah pada kekasih Allah, Rasulullah SAW, keluarganya, sahabatnya, dan generasi penerus dakwah yang tak gentar dengan tantangan dan ujian yang dihadapinya.


Pada kesempatan ini, ada baiknya kita mengingat kembali positioning Bidang Perempuan dalam kerangka strategi dakwah akhwat (perempuan) di Indonesia. Dengan demikian,  langkah,  niat, dan kerja kita semakin mantap, sehingga konstribusi kita sinergis dan bermanfaat. Kita meyakini bahwa apa yang dikerjakan oleh struktur Bidang Perempuan adalah persembahan amal terbaik kita di sisi Allah SWT.


Saudariku,


kita harus ingat  bahwa kita adalah kader gerakan dakwah, atau kita adalah abna’ul haroqah, sebelum segala sesuatunya. Kita adalah putera-putera harokah ini. Artinya, walaupun kita berbaju Partai Keadilan Sejahtera tetapi tidak sedikitpun mengubah  esensi kita sebagai  gerakan dakwah. Oleh karena itu, kita  harus memastikan bahwa semua amal haruslah bernilai ibadah. Dan sebuah amal tidaklah bisa disebut sebagai ibadah jika amal itu tidak memenuhi syarat sebagai amal Islami. Dengan demikian, saudariku sekalian, apapun yang kita lakukan dalam struktur Bidang Perempuan, dari mulai merencanakan program hingga melaksanakannya haruslah bisa dikategorikan sebagai amal Islami. Kondisi itu,  menuntut kita untuk melaksanakan seluruh kegiatan  sedekat mungkin dengan nilai-nilai Al-Qur’an dan Sunnah.


Selain itu, dalam beraktivitas kita harus memahami dan berkomitmen bahwa sejak awal seluruh aktivitas kita harus bebas dari kepentingan-kepentingan selain meraih ridho Allah. Hal ini bermakna bahwa kepentingan kita hanyalah satu, yaitu meraih ridho Allah. Kita harus all out dalam mengerjakan semua tanggung jawab dan amanah kita di Bidang Perempuan. Karena kita menginginkan di akhirat nanti Allah melihat amal-amal kita tidak ada yang tercemari dengan kepentingan lain kecuali meraih ridhoNya. Rasululah pernah bersabda tentang apa itu Fiisabilillah kaitannya dengan jihad. Diriwayatkan oleh Abu Musa Al Asy’ari yang diriwayatkan oleh Imam Bukhori dan Muslim dalam haditsnya, Rasulullah mendefinisikan fisabilillah, Beliau mengatakan,  Barangsiapa berjihad, barangsiapa berperang agar kalimat Allah tetap tinggi , lillaahi kalimatillah, itulah fiisabilillah”. 


Saudariku,


Tentunya  kita ingin agar semua langkah kita dalam merealisasikan amanah di Bidang Perempuan ini diperhitungkan  Allah sebagai fiisabilillah. Oleh karena itu, setiap melakukan kegiatan, baik dalam struktur Bidang Perempuan, ataupun dalam kegiatan yang lain, selalu kita hujamkan dalam diri kita bahwa ini tidak lain hanyalah untuk meraih ridho Allah. DO OUR BEST agar Allah berbangga dengan amal-amal kita.
Berkaitan dengan ini, Bidang Perempuan telah mencanangkan bahwa kita ikut serta dalam pembangunan karakter bangsa yaitu membangun karakter perempuan Indonesia menjadi SHOLIHAT, CERDAS, dan BERDAYA GUNA 


SHOLIHAT adalah menyiapkan kader dan perempuan Indonesia agar mampu menjadi istri dan ibu yang sholihat. Arah SHOLIHAT itu adalah menjadi perempuan yang sholihat, menjadi istri, ibu, atau anak perempuan yang betul-betul mampu menjadikan rumahnya, suaminya, anaknya, keluarganya, keluarga besarnya, bahkan asisten rumah tangganya sebagai anak-anak panah dakwah yang siap untuk dilesatkan. Dan kerja-kerja seperti ini, di struktur Bidang Perempuan menjadi tugas dan tanggung jawab dari Departemen Ketahanan Keluarga. 


Kemudian CERDAS, bermakna berwawasan luas.  Yaitu menjadikan kader dan perempuan Indonesia memiliki pengetahuan luas, berwawasan global, dan universal. Perempuan Indonesia mampu mengokohkan nilai-nilai dalam setiap langkahnya, tidak mudah dibodohi, tidak mudah dirasuki oleh pemikiran-pemikiran yang  tidak sejalan dengan keyakinan-keyakinan religiusnya. Karakter cerdas ini  menjadi  fokus dan tugas dari Departemen Kajian Perempuan, Anak dan Keluarga. 


Karakter ketiga yang ingin kita bentuk adalah BERDAYA GUNA. Menjadikan perempuan PKS dan perempuan Indonesia mampu mengoptimalkan potensinya dan kokoh di setiap medan amal yang dipilih sesuai kemampuan, minat, kecenderungan, dan daya dukungnya. Dengan karakter ini Bidang Perempuan PKS mendorong perempuan Indonesia untuk   berperan dan berkiprah di berbagai sektor, baik di sektor publik maupun di sektor private/swasta (wiraswasta, dan lainnya), atau di sektor ketiga (LSM, yayasan, dan lainnya). Khusus untuk kader perempuan PKS, Struktur Bidang Perempuan, mendorong kader perempuan PKS   menyebar di seluruh sektor yang ada di lapisan masyarakat. Melalui dorongan ini diharapkan  Insya Allah tidak ada satu ruang pun di masyarakat melainkan di sana ada kader perempuan PKS yang kokoh berkonstribusi.  Dengan demikian, kader perempuan PKS dapat memilih perannya sesuai dengan daya dukungnya, kecenderungannya, atau amanah yang diberikan oleh struktur.


Terakhir saudariku sekalian,


Sesungguhnya, kerja-kerja  yang ada kita lakukan ini adalah  adalah manifestasi kita dari dua hal. Pertama,  manifestasi dari rasa syukur kita pada Allah SWT dan  kedua adalah manifestasi dari komitmen kita kepada dakwah. Demikian semoga bermanfaat. Semoga  kerja-kerja kita mendapat apresiasi dari Allah, Rasululloh,  dan orang-orang beriman. Billahi taufiq wal hidaayah, Wassalamu’alaikum warahmatu Llahi wa barakaatuh.

Sumber: http://pk-sejahtera.org/

Baroness Uddin: Saya terharu, bangga, dan berdebar-debar

0 komentar
Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris
Milad Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ke-13 di Gelora Bung Karno, 17 April 2011 lalu memberikan kesan mendalam pada Baroness Uddin, Member of House of Lord, Inggris yang menjadi tamu undangan istimewa PKS pada acara tersebut. Uddin mengatakan, “Acara milad PKS ke-13 hari ini adalah pertemuan paling besar yang saya hadiri. Banyak perempuan dan anak yang hadir, saya terharu, bangga, dan berdebar-debar”, katanya mengungkapkan perasaannya.

Pernyataan Uddin tersebut terungkap dalam acara Dialog yang diikuti oleh Pengurus Bidang Perempuan PKS dan Pengurus Pusat Persaudaraan Salimah dengan beliau Ahad malam, 17 April 2011.  Dalam dialog tersebut, Uddin menceritakan tentang pengalamannya selama 34 tahun berjuang dalam kancah politik di Inggris. Perempuan muslim pertama yang menjadi anggota parlemen di Inggris ini konsisten memperjuangkan tiga hal, yaitu  kemiskinan, pendidikan, dan kesehatan. Sebagai seorang keturunan Bangladesh yang hidup di Inggris sebagai minoritas, ibu lima anak ini terpanggil untuk membuat perubahan, terutama perubahan keadilan untuk minoritas. Melalui yayasan atau lembaga swadaya masyarakat yang dibentuk bersama beberapa aktivis lainnya, perempuan yang telah bergelut di dunia politik sejak era tahun 70 an ini, melakukan pemberdayaan kepada perempuan-perempuan muslim di Inggris.


Di awal kiprahnya, Uddin bercerita bahwa ia melakukan pelatihan tentang manajemen waktu pada perempuan-perempuan muslim. Menurut politikus dari partai buruh ini, manajemen waktu adalah hal yang penting ketika seorang perempuan muslim ingin berkiprah di ranah publik. Perempuan muslim di Inggris harus padai mengatur waktunya dengan baik agar kewajiban rumah tangga tetap bisa dijalankan dengan baik, sementara kiprah di publik pun juga tertangani. Apalagi kultur di Inggris sangat berbeda dengan di Indonesia. Mayoritas keluarga muslim di Inggris tidak memiliki asisten rumah tangga sebagaimana di Indonesia. Kerjasama yang baik dan saling menguntungkan dengan suami pun perlu dilakukan. Hal inilah yang dilakukan Uddin dengan suaminya ketika ia berkiprah di publik.


Acara dialog yang dimoderatori oleh Ledia Hanifa, Anggota legislatif DPR RI ini berlangsung hidup dan interaktif. Selain mendengarkan penjelasan dari Uddin,  Anggota LSM Autism Speak di Inggris pun meminta peserta dialog menceritakan perjuangan-perjuangan yang telah dilakukan di Indonesia, termasuk bagaimana menghadirkan begitu  banyak perempuan dan anak-anak di Gelora Bung Karno pada Milad ke -13 tersebut. Terlihat Uddin sangat terkesan terhadap kiprah perempuan PKS. Subhanalloh, hal ini benar-benar memberikan apresiasi dan penambah semangat bagi kader-kader perempuan PKS. Pertemuan di akhiri dengan pemberian kenangan-kenangan dan foto bersama (NHA).


Sumber: http://pk-sejahtera.org

Keluarga Kokoh, Bangsa Sejahtera

0 komentar
Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan PKS
Jakarta – Keluarga Indonesia rapuh! Mungkin kalimat ini terdengar hiperbola, berlebihan, tetapi kalau ditilik kembali, sesungguhnya mengandung kebenaran. Tengoklah data perceraian  akhir-akhir ini. Pasca reformasi, angka perceraian naik hingga 4 sampai 10 kali lipat dibandingkan sebelumnya. Di tahun 2009, tercatat 250 ribu perkara perceraian. Jumlah tersebut sebanding dengan 10% dari pernikahan di tahun tersebut. Ironisnya, mayoritas (70%) kasus perceraian di pengadilan agama adalah gugat cerai. Artinya istri yang meminta cerai. Dibandingkan negara-negara Islam di dunia, tingkat perceraian di Indonesia paling tinggi setiap tahunnya. Fenomena apa ini?

Jika ditelusuri lebih lanjut, banyak faktor pendukung kekokohan keluarga yang belum sepenuhnya didapat oleh keluarga Indonesia. Masalah ekonomi, misalnya, masih banyak keluarga Indonesia yang berada di bawah garis kemiskinan. BPS menyebutkan angka kemiskinan 2010 tidak banyak berubah dibandingkan 2009, yaitu 14,15%. Pembekalan calon pasangan yang akan menikah terhadap materi bagaimana membentuk keluarga yang solid, kokoh, sakinah mawaddah warahmah juga masih minim. Dirjen Bimas Islam Departemen Agama Nazaruddin Umar menyebutkan bahwa di Indonesia hanya 7 menit pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan, itu pun dilakukan  saat berhadapan dengan penghulu. Bandingkan dengan di Eropa, pasangan yang hendak menikah mendapatkan nasehat perkawinan setara dengan kuliah satu semester.

 Tak dipungkuri, lemahnya institusi keluarga telah menimbulkan permasalahan lain, seperti meningkatnya remaja yang melakukan seks bebas. Survei yang dilakukan BKKN pada akhir 2008 menunjukkan 63% remaja di beberapa kota besar di Indonesia telah melakukan seks pranikah. Penelitian lain yang dilakukan oleh seorang ginekolog juga menyebutkan bahwa 42,3% remaja SMP dan SMU di Jawa barat melakukan hubungan seks pertama kali saat di bangku sekolah menengah. Mereka melakukannya berdasarkan rasa saling suka tanpa paksaan. Kondisi itu, tak pelak lagi juga dipengaruhi oleh maraknya pornografi.  Sangat menyesakkan jika kita mengamati betapa pornografi telah menyerang keluarga dan anak-anak Indonesia. Tak pandang bulu, pornografi bisa menjebak siapa saja. Data mencatat 12% situs di dunia mengandung pornografi. Setiap hari 266 situs porno baru muncul dan kini ada sekitar 372 juta halaman website mengandung pornografi. Pengguna internet yang melihat pornografi tercatat, 28.258 pengguna. Selain itu, rapuhnya ikatan keluarga juga menjadi salah satu faktor terjerat remaja dalam jaring narkoba. Diperkirakan 14 ribu (19%) remaja Indonesia menggunakan narkoba. Menyedihkan!

 “Kondisi di atas tentunya sangat memprihatinkan. Bagaimana Indonesia bisa menjadi negara kokoh, kuat, dan eksistensinya dihargai  oleh dunia internasional jika sel pertama dalam masyarakat, yaitu keluarga, tak memiliki lingkungan dan daya dukung untuk kokoh dan kuat?”, kata Anis Byarwati, Ketua DPP Bidang Perempuan Partai Keadilan Sejahtera miris.  Melihat fakta dan data tersebut, dan dalam rangka memaknai milad PKS ke-13 dan Hari kartini 2011,  Bidang Perempuan DPP Partai Keadilan Sejahtera terpanggil untuk mengajak semua pihak memperhatikan persoalan ini. “Mari kita bergandengan tangan dan  menguatkan komitmen untuk mengokohkan keluarga Indonesia, kita mencintai negeri ini maka kita harus mencintai keluarga Indonesia, karena dari kekokohan keluarga lah terbentuk negara yang kokoh”, demikian ajak Anis.

Sumber: http://pk-sejahtera.org

Selasa, 29 Maret 2011

Tantangan untuk Perempuan PKS: Inovasi dan Switch Mentality

0 komentar
Lompatan yang dilakukan kader perempuan PKS di posisi jabatan publik, sepanjang sejarah partai ini berdiri cukup besar. Jika pada tahun 1999, hanya ada satu aleg perempuan di DPR dan tidak ada satupun di DPRD provinsi dan kabupaten kota , maka jumlahnya saat ini jauh berlipat. Di DPR ada tiga kader akhwat sedangkan di DPRD mencapai 70 orang lebih. Hal itu diungkap M Anis Matta, Sekretaris Jenderal DPP PKS dalam acara Seminar Nasional: Mempersiapkan Perempuan sebagai Pilar Negara (19/6).

Lebih jauh Anis menekankan dua hal yang harus segera disiapkan oleh kader perempuan PKS untuk mempunyai peran penting dalam bernegara. Inovasi dan Switch Mentality! Kader perempuan PKS harus melakukan banyak inovasi dengan mengasah seluruh kemampuannya, termasuk berani bicara di podium!, tegas Anis. Hal tersebut juga diaminkan oleh Ledia Hanifa, anggota komisi IX DPR RI . “Jangan pernah mengharapkan peran struktur partai untuk meningkatkan skill dan kapasitas pribadi. Kita, perempuan, harus punya insiatif untuk mengembangkan diri!” ujar Ledia yang juga Ketua Bidang Perempuan DPP PKS periode 2005-2010.

Pada masa sekarang dan masa depan, Anis Matta menilai perlu adanya “switch mentality”, agar kader-kader PKS tidak tergagap-gagap dengan tuntutan zaman. Anis memberikan beberapa contoh tentang nilai-nilai yang ditanamkan pada kader di awal pendirian partai. “Bukan berarti nilai-nilai tersebut yang tidak relevan pada masa kini, namun kita harus pandai menempatkan diri”, tutur Anis.

Dalam seminar yang juga dihadiri oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Linda Amalia Sari, hadir pula istri gubernur Jawa Barat, Netty Prasetyani. Dia yang juga pengurus bidang kewanitaan DPP PKS 2005-2010 didaulat berbagi pengalaman selama mendampingi Gubernur Jawa Barat, Ahmad Heryawan. Netty menyetujui apa yang disampaikan Anis Matta, kader perempuan PKS harus meningkatkan kapasitasnya sendiri. Karena zaman yang terus berputar ditambah teknologi yang terus berkembang tidak menyisakan ruang untuk perempuan yang biasa-biasa saja. Tak heran jika Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Barat yang baru saja menyelesaikan pendidikan Strata Duanya, segera melanjutkan ke jenjang Strata tiga.

Acara yang dihadiri ratusan kader perempuan PKS dari seluruh provinsi di Indonesia ini berlangsung dengan penuh semangat. Moderator, Sitaresmi Soekamto, berhasil membuat seminar ini penuh dengan inspirasi. Termasuk juga pemaparan Ketua Bidang Perempuan DPP PKS 2010-2015, Anis Byarwati, tentang perempuan-perempuan hebat sepanjang sejarah. Bahkan pembicara lainnya, Gusti Kanjeng Ratu Hemas pun mengapresiasi para kader perempuan PKS yang datang dari berbagai daerah ini. Juga memuji kemampuan peran ganda yang dilakukan kader perempuan PKS dalam keseharian. Ikut dalam partai politik, tapi tak lupa dengan peran sebagai ibu. “Buktinya anak-anak juga tak lupa dibawa serta”, tutur istri dari Sri Sultan Hamengkubuwono X. 

Sumber : munaspks.info