MISI IZZATI
Arifinto sendiri tertangkap kamera wartawan saat sedang menonton video porno itu. Ia bahkan sempat terlihat memilih beberapa video sebelum memutar salah satu diantaranya. Namun, Arifinto pun membantah hal ini.
Dalam jumpa pers yang digelar, akhir pekan lalu, Arifinto mengaku tak sengaja melihat video itu. Ia mengaku hanya membuka email yang didalamnya terdapat link ke sebuah situs porno. Ia pun mengaku tak tahu soal situs ini dan hanya membukanya karena penasaran. Meski begitu, ia membantah menonton video ini cukup lama.
Terhadap sanggahan Arifinto ini, Surahman mengatakan bahwa pihaknya tak akan mempercayai begitu saja. "Kami tidak hanya melihat pengakuan, ada bukti-bukti lain yang harus dilihat untuk menempatkan kasus ini sebenarnya," tuturnya.
Surachman mengatakan, tak menutup kemungkinan Dewan Syariah akan memanggil ahli Informasi Tekhnologi untuk membuktikan keterangan Arifinto. "Selama itu masih bisa kami akses, kami akan usahakan," ujarnya.
Soal hukuman seperti apa yang akan diberikan kepada Arifinto, Surahman enggan banyak berkomentar. Menurutnya, saat ini mereka tak dapat menentukan hukuman apa yang dapat diberikan. "Kami akan lihat dulu duduk perkaranya, kadar kesalahannya, dan itu akan kita lihat berdasarkan peraturan yang ada di PKS," ujarnya.
Sumber: http://www.tempointeraktif.com

0 komentar:
Posting Komentar