Top News Today

Hot News

Popular News [ View all Popular News ]

Latest Updates

Senin, 12 Oktober 2009

PKS Bahas Presiden 2014, Hidayat Nurwahid Urutan Pertama

0 komentar
"Kita mau konsolidasi. Kita harus tahu kordinat supaya membidik dengan jelas, kalau kita tahu sudah di mana, kita lebih mudah mengarahkan," jelasnya.
Jakarta - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengadakan rapat kerja nasional (Rakernas) untuk mengkonsolidasikan kadernya dalam memenangkan pemilu 2014. Salah satu hal yang dibahas adalah mengenai suksesi pimpinan PKS untuk dimunculkan pada Pemilu 2014.


"Saat ini kita sedang membuat rumusan-rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010. Kita menentukan figur yang dapat memiliki acceptabilitas yang tinggi di masyarakat," ujar Wasekjen PKS, Mardani saat berbincang dengan detikcom.

Hal itu disampaikannya di sela-sela acara Rakernas di Hotel Atlet Century, Jakarta, Sabtu (10/10/2009).

Selain membahas figur yang akan muncul pada 2014, dalam rakernas ini PKS juga mengevaluasi struktur organisasi, hasil pemilu dan pilkada, proses pendidikan kader dan kepribadian kader. Hasilnya akan dibawa untuk membuat rumusan yang akan dibawa ke Munas 2010.

"Kita mau konsolidasi. Kita harus tahu kordinat supaya membidik dengan jelas, kalau kita tahu sudah di mana, kita lebih mudah mengarahkan," jelasnya.

Ketika ditanya mengenai sejauh ini siapa-siapa saja figur yang sudah muncul, Mardani mengatakan Hidayat Nur Wahid (HNW) masih yang tertinggi.

"Menurut hasil survei internal, HNW paling tinggi 88 persen, kedua Tifatul Sembiring 46 persen, Adhyaksa Dault 45 persen," pungkasnya.

Sumber: www.DetikCom

PKS Butuh Tokoh Menangi Pemilu 2014

0 komentar
INILAH.COM, Jakarta - PKS dinilai memerlukan seorang tokoh atau figur sentral untuk bisa memenangi Pemilu 2014 mendatang. Meskipun secara organisatoris partai berbasiskan dakwah ini solid.


"PKS memang perlu memunculkan tokoh ideologi dan mesin partai untuk kepentingan pemenangan Pemilu 2014," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat menutup Rapat Kerja Nasional (Rakernas) PKS di Jakarta, Minggu (11/10).

Menurut Tifatul, tuntutan agar PKS memiliki tokoh atau figur sentral sudah semakin kuat dan mulai terasa dibutuhkan. Selama ini, tuturnya, PKS memang terlalu konsentrasi pada sistem pengkaderan. Sehingga tidak ada yang menjadi tokoh sentral di PKS.

Namun, Tifatul melanjutkan, pada Pemilu 2014 mendatang PKS akan mengusung tokoh yang dianggap mampu. Selain itu, tokoh tersebut harus dipersiapkan dari sekarang dan akan dimulai pada Musyawarah Nasional PKS pada April 2010.

Kepada jajaran kader dan pengurus PKS di seluruh Indonesia, ia mengatakan, untuk mendapatkan citra yang baik dari masyarakat, PKS tidak perlu mengubah karakter yang selama ini sudah dijalankan. Yakni dengan terus memberikan penjelasan kepada masyarakat mengenai hal itu.

Dituturkan dia, Rakernas PKS telah menghasilkan sejumlah rekomendasi dari 33 Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) untuk disampaikan pada Munas PKS April 2010, yang terkait dengan target dan program kerja PKS menghadapi Pemilu 2014. [*/jib]

Sumber : www.inilah.com

Tifatul: PKS Dikerjain

0 komentar
JAKARTA – Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Tifatul Sembiring, merasa partainya “dikerjain” oleh partai lain terkait pemilihan Ketua MPR periode 2009-2014. Dalam sidang paripurna MPR, Sabtu (3/10) malam, PKS akhirnya gagal mengusung Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR. “Yang lebih tepat bahasanya, PKS dikerjain,” kata Tifatul dihubungi Republika, Ahad (4/10).


Pada sidang Paripurna semalam, PKS sebenarnya siap bertempur melawan koalisi besar yang mengusung Taufik Kiemas, dengan menggandeng Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) serta Dewan Perwakilan Daerah (DPD). Namun, terang Tifatul, sikap PKB tiba-tiba berubah mendukung Taufik Kiemas sesaat sebelum sidang Paripurna digelar. “Itu yang saya kecewa udah mau masuk paripurna, dia (PKB) katakan mundur dari kesepakatan,” tambah Tifatul.

Menurut Tifatul paket pimpinan MPR yang diajukan PKS sebenarnya cukup baik dengan memperhatikan keterwakilan unsur daerah. Dibanding paket 4:1 (empat wakil partai dan satu dari DPD) yang diajukan koalisi partai besar seperti Partai Demokrat, PDIP dan Partai Golkar, paket yang diakukan PKS menawarkan tiga wakil DPD dan dua dari partai (2:3).

Meski kans kemenangan melawan koalisi besar yang mengusung Taufik Kiemas kecil, menurut Taufik, yang paling penting adalah semangat patriotik perlawanannya. Arogansi kekuasaan yang dicerminkan koalisi besar agar pemilihan Ketua MPR ditentukan secara aklamasi dan mengurangi keterwakilan daerah di MPR, tegas Tifatul harus dilawan. “PKS abstain kemarin itu,” tambnah Tifatul.

Gagalnya PKS menjadikan Hidayat Nur Wahid menjadi Ketua MPR, lanjut Tifatul, tidak berarti PKS “tidak kebagian apa-apa” di parlemen. Posisi wakil ketua DPR dan anggota DPR yang mencapai 57 orang, sebut Tifatul, sebagai kekuatan PKS di parlemen. Adapun soal komitmen dukungan tehadap Hidayat yang sebelumnya diberikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), Tifatul enggan mengomentarinya. “Saya masih optimistis koalisi ini (PKS-Demokrat –red) masih bisa bekerja sama,” kata Tifatul. dri/pur

Sumber : www.republika.co.id

Mustafa Ketua Fraksi PKS

0 komentar
JAKARTA--Fungsionaris Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Mustafa Kamal, dipastikan menduduki posisi ketua fraksi PKS di DPR periode 2009-2014. Hal itu disampaikan Presiden PKS, Tifatul Sembiring, di sela-sela pembekalan caleg terpilih, di Hotel Borobudur, Selasa (29/9).


"Ketua fraksi PKS adalah Mustafa Kamal. Itu sudah diputuskan dalam rapat pimpinan harian PKS," kata Tifatul. Dia mengatakan, keputusan tersebut diputuskan karena Mustafa dinilai cocok untuk membuat perubahan di tubuh DPR, sehingga anggota DPR yang terkena kasus hukum bisa ditekan jumlahnya.

Menurut Tifatul, Mustafa Kamal dan juga Wakil Ketua DPR dari PKS, Anis Matta, dinilai mampu memberi perubahan di DPR. Sementara itu, Ketua DPP Partai Demokrat, Ruhut Sitompul, mengatakan, Partai Demokrat juga sudah memutuskan jika Anas Urbaningrum menjadi ketua fraksi. "Beliau (Anas) dipilih karena dinilai sebagai kader terbaik Demokrat yang cocok menempati posisi ketua fraksi," katanya. ikh/kpo

Sumber : www.republika.co.id

Anis Matta Wakil Ketua DPR dari PKS

0 komentar
JAKARTA--Presiden Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring mengatakan rapat dewan pimpinan harian partai telah memutuskan memilih Sekjen Anis Matta sebagai Wakil Ketua DPR RI dari PKS."Wakil Ketua DPR Anis Matta dan Ketua Fraksi-nya Mustafa Kamal. Dia dipilih oleh rapat dewan pimpinan harian PKS," katanya, di Jakarta, Selasa, ditemui sebelum acara Stadium Generale bagi anggota DPR dan DPD terpilih 2009-2014.


Menjelang pengucapan sumpah dan janji anggota legislatif terpilih, partai politik yang memperoleh kursi di DPR menggelar rapat internal untuk menentukan nama-nama yang akan menjabat sebagai Ketua DPR, Wakil Ketua DPR, dan ketua fraksi. Selain itu, juga dibahas mengenai pembagian nama-nama anggota DPR yang akan ditugaskan di komisi I hingga XI.

Menurut Tifatul, dengan dipilihnya Anis Matta dan Mustafa Kamal maka diharapkan mampu membawa perubahan pada lembaga legislatif agar menjadi lebih baik lagi."Bagi kami peran di legislatif adalah peran reformasi... Hari ini harus lebih baik dari kemarin dan hari esok harus lebih baik dari hari ini," ujarnya.

DPR, katanya, harus menjadi pilar demokrasi yang kokoh. Para anggota legislatif diharapkan adalah sosok yang mampu menyuarakan aspirasi rakyat."Kemarin kita lihat ada banyak kasus yang melibatkan anggota DPR, ada yang ditangkap KPK, kasus moral, dan etika. Ini saya rasa ke depan harus diperbaiki kalau tugas DPR adalah mewakili rakyat," kata anggota DPR terpilih ini.

Sementara untuk Tifatul sendiri rencananya akan ditempatkan di Komisi I DPR. Anggota DPR dan DPD terpilih akan mengucapkan sumpah dan janji pada 1 Oktober 2009 dan setelahnya akan dibentuk badan kelengkapan DPR. Menjelang pengucapan sumpah dan janji, anggota DPR dan DPD terpilih menjalani serangkaian kegiatan untuk mempersiapkan pelantikan yakni gladi kotor, stadium generale, dan gladi bersih. ant/kpo

Sumber : www.republika.co.id